You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Nagari Limau Lunggo
Nagari Limau Lunggo

Kec. Lembang Jaya, Kab. Solok, Provinsi Sumatera Barat

Selamat Datang di Website Resmi Nagari Limau Lunggo Kecamatan Lembang Jaya Kabupaten Solok 2025

Sejarah Nagari

Administrator 09 April 2025 Dibaca 266 Kali
Sejarah Nagari

Nagari Limau Lunggo  merupakan nagari yang terdapat dalam salah satu bagian dari nagari Koto Nan Anam yang merupakan masih pecahan atau kuturunan dari Kubung Tigo Baleh. Dan menurut sejarah atau cerita dari orang tua tua pada mulanya nagari Limau lunggo sebelum menjadi sebuah nagari  merupakan sebuah pemukiman masyarakat yang terletak di sebuah kaki bukit dikarenakan pemukiman tersebut merupakan baru sekelompok rumah atau sebuah korong yang terletak di lembah  sebuah bukit yang pada waktu itu bukit tersebut dinamakan masyarakat itu bukit juyiang yang berarti tinggi karena letak bukit tersebut  dikaki gunung Selasih / Gunung talang sekarang, dan dikarenakan masyarakat tersebut tinggal dikaki bukit tersebut sehingga bukit tersebut terlihat sangat tinggi sehingga bukit tersebut menutup gunung Selasih tersebut maka masyarakat mengakatakan bukit manjuyiang .

Dan pada masa itu kehidupan masyarakatnya yang tergantung pada pertanian ( ladang dan sawah ) sengga dibangunlah jalan untuk keladang dan kesawah tersebut bahkan jalan untuk keatas bukit juyiang tersebut juga dibangun dengan menyusun batu batu yang ada sehingga jalan tersebut membentuk tangga untuk mudah dijalani pergi dan pulang dari ladang tersebut yang berada diatas bukit tersebut dan sampai saat ini jalan tersebut juga masih dapat ditemui dan namanya dijadikan sebagai nama nagari yaitu Limau lunggo bajanjang batu jadi sejacara sejarah Nagari Limau Lunggo dan Nagari Batu Bajanjang sekarang dahulunya merupakan sebuah ( satu ) nagari dan kemudian dipecah menjadi dua nagari yaitu nagari Limau lunggo dan nagari Batu Bajanjang Dan seiring dengan perkembangan penduduk dan kegiatan kehidupan lama kelamaan jumlah penduduk dan pemukiman makin berkembang  baik dengan pertambahan penududuknya maupun secara perpidahan ( datangnya ) penduduk baru. Dan juga nagari Limau lunggo pada dahulunya juga memiliki sebuah tatanan kehidupan yang sangat berpegang kebada budaya alam minang kabau ( budaya alam Kubuang tigo Baleh ) yaitu sebuah tradisi bagalanggang . Asal mulanya nama Limau lunggo berasal dari kata kata Limau Runggo yang artinya Limau berarti Mandi dan runggo artinya Badan jadi Limau lunggo mempunyai arti Memendikan Runggo / Badan istilah Limau runggo ini  dikerenakan banyaknya orang dari luar nagari Limau lunggo yang pada masa dahulu datang kenagari Limau lunggo untuk mengisi badan dalam artian menuntut ilmu sehingga dari banyakya orang yang datang untuk menuntut ilmu tersebut maka orang yang mnuntut ilmu tersebut menyampaikanya dengan istilah limau lah runggo / mandian lah badan. Hal ini dilakukan oleh banyak orang dari luar.  Menurut cerita oarang tua tua  bahwa dahulunya nagari Limau lunggo terkenal dengan orang orang yang mempunyai ilmu beladiri dan Ilmu ilmu agama, sehingga hal ini lah yang membuat banyaknya orang luar yang datang kenagari Limau lunggo untuk belajar ( Menuntut Ilmu ).

Dan pada dahulunya Nagari Limau lunggo juga pernah disinggahi oleh para pembesar / pejabat  kerajaan minangkabau yang mana kejadian itu diabadikan dengan kegiatan balimau patang yang diadakan setiap penyambutan bulan puasa dilaksanakan secara tradisi bergalangang ditengah balai ( galangang nagari ) tardisi yang sampai saat ini masih dilaksankan secara turun temurun yaitu acara balimau patang yang dilaksanakan dibalai nagari Limau lunggo dengan menampilkan kesenian kesenian anak Nagari dan diringi dengan pengisian carano oleh para perantau dan masyarakat yang mempunyai rizki yang cukup dan ditutup dengan perebutan air limau yang telah disediakan oleh penduduk secara bersama-sama dan menyiramkan kebadan

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image

APBN 2024 Pelaksanaan

Pendapatan
Rp 1.930.274.841,00 Rp 1.939.927.000,00
99.5%
Belanja
Rp 1.901.660.676,00 Rp 2.161.110.997,30
87.99%
Pembiayaan
Rp 271.183.997,30 Rp 221.183.997,30
122.61%

APBN 2024 Pendapatan

Dana Desa
Rp 982.721.000,00 Rp 982.721.000,00
100%
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi
Rp 23.721.521,00 Rp 30.000.000,00
79.07%
Alokasi Dana Nagari
Rp 920.832.320,00 Rp 924.206.000,00
99.63%
Bunga Bank
Rp 3.000.000,00 Rp 3.000.000,00
100%

APBN 2024 Pembelanjaan

Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Nagari
Rp 748.270.594,00 Rp 792.366.152,99
94.43%
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Nagari
Rp 747.603.300,00 Rp 785.321.000,00
95.2%
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Nagari
Rp 163.002.400,00 Rp 163.474.822,31
99.71%
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Nagari
Rp 98.784.382,00 Rp 269.099.022,00
36.71%
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Nagari
Rp 144.000.000,00 Rp 150.850.000,00
95.46%